Sebenarnya asuransi memang bukanlah tempat
untuk berganti rugi. Namun pada dasarnya asuransi merupakan tempat untuk
berbagi terhadap segala risiko yang mungkin terjadi. Terlebih lagi setiap jenis
asuransi tentunya memiliki cara klaim yang berbeda. Bahkan kebanyakan orang
mengatakan bahwa cara klaim asuransi jiwa itu ribet. Benarkan? Nah
berikut cara menyederhanakannya.

Alasan Pengajuan Klaim Asuransi Harus Jelas
Pada dasarnya hal paling utama yang perlu
Anda perhatikan ketika hendak mengajukan klaim asuransi adalah alasan pengajuan
klaim itu sendiri. Pada dasarnya cara
klaim asuransi jiwa tidak akan ribet jika alasan pengajuan klaim
jelas. Terlebih lagi alasan inilah yang kerap menjadi faktor utama mengapa
pengajuan klaim asuransi jiwa Anda ditolak.
Biasanya di dalam polis asuransi ada pihak
yang tertanggung. Jadi apabila pemegang polis meninggal dunia atau kecelakaan
dan kemudian meninggal dunia, maka Anda berhak mengajukan klaim asuransi. Namun
perlu untuk diingat, biasanya pihak perusahaan asuransi hanya mau menerima
pengajuan klaim jika pihak yang tertanggung meninggal secara alami.
Adanya Akta Kematian
Hal selanjutnya yang perlu Anda perhatikan
ketika hendak mengajukan klaim asuransi jiwa adalah adanya akta kematian. Pada
umumnya akta kematian merupakan salah satu dokumen penting yang perlu Anda
lengkapi saat mengajukan klaim asuransi jiwa. Untuk itu pastikan Anda
melengkapi dokumen yang satu ini sebelum memutuskan untuk mengajukan klaim
asuransi jiwa.
Mengapa akta kematian harus dilengkapi
ketika hendak mengajukan klaim asuransi jiwa? Pasalnya, akta kematian merupakan
dokumen bukti kematian. Tak hanya itu saja, bahkan terkadang pihak asuransi
juga akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda seperti berapa nomor polis
asuransi tertanggung, kapan tertanggung meninggal, status polis, dan lain
sebagainya.
Isi Formulir yang Diberikan Pihak Asuransi
Ketika Anda hendak mengajukan klaim
asuransi jiwa, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah Anda
diwajibkan untuk mengisi sejumlah formulir sebagai bukti pengajuan klaim
asuransi jiwa Anda. Bahkan Anda diwajibkan untuk mengisi formulir tersebut
secara lengkap dan sesuai dengan data yang sebenarnya.
Sediakan Dokumen Pendukung
Ternyata tak hanya akta kematian saja yang
harus Anda lengkapi selama mengajukan klaim asuransi jiwa. Namun juga ada
beberapa dokumen pendukung yang harus Anda siapkan agar proses klaim asuransi
Anda diterima dan berjalan lancar hingga proses pencairan dana.
Beberapa dokumen yang perlu Anda lengkapi
selama proses klaim asuransi jiwa adalah akta kematian dari pamong praja, surat
keterangan dari dokter yang berisikan penyebab kematian jiwa yang tertanggung,
polis dan endorsement asli, keterangan autopsi jenazah, surat bukti
pemakaman dari dinas pemakaman, dan berbagai dokumen penunjang proses klaim
asuransi lainnya.
Perhitungan
Setelah beberapa hal dan syarat di atas
sudah terpenuhi, maka langkah terakhir dari proses pengajuan klaim asuransi
jiwa adalah proses analisis dan perhitungan berapa jumlah dana yang akan
dibayarkan dan diterima oleh ahli waris. Pada umumnya jumlah dana yang akan
dibayarkan kepada ahli waris akan ditentukan oleh pihak perusahaan asuransi.
Selain itu, pihak perusahaan asuransi juga
hanya akan mencairkan dana hanya ketika semua proses pengajuan klaim asuransi
jiwa dianggap benar dan sah. Setelah semua proses selesai, biasanya pihak
asuransi akan meminta nomor rekening ahli waris. Pada umumnya proses pencairan
dana ini akan berlangsung lama. Terlebih lagi jika polis asuransi tersebut
memiliki nominal yang tinggi.